Senin, 25 Januari 2016

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

" Museum Sultan Mahmud Badaruddin II "
 
~ berlokasi di dekat kawasan wisata     
   Benteng Kuto Besak.

          Sebuah bangunan tua yang terdiri dari 2 lantai dan dibangun oleh Belanda. Di dalam Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terdapat beberapa koleksi benda-benda bersejarah. Pengadaan koleksi museum dilakukan sejak tahun 1984 bersamaan dengan pindahnya Museum Rumah Bari menuju ke Museum Balaputra Dewa. Proses pemindahan ini tidak diikuti dengan semua koleksinya. Kemudian beberapa koleksi yang berada pada Museum Rumah Bari disimpan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
         Benda-benda bersejarah yang terdapat pada Museum Sultan Mahmud Badaruddin II berjumlah sekitar 669 buah. Aneka koleksi tersebut meliputi arkeologika, biologi, etnografika, senirupa, keramologika, dan numismatika. Seluruhnya terpajang dengan rapi dan terawat di museum ini.
         Salah satu hal yang menarik perhatian kami adalah peninggalan alat tukar perdagangan pada masa Kesultanan Palembang yaitu berupa koin. Koin tersebut telah ada sejak tahun 1023 H sampai dengan 1253 H. Koin-koin ini bertuliskan Sultan Fi Balad Palembang dan mayoritas memiliki lubang pada bagian tengahnya. Semua koin yang terbuat dari timah dan perunggu ini tersusun dengan rapi.
          Setelah puas melihat beberapa koin kuno, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat aneka koleksi lainnya seperti diorama, senjata-senjata tradisional, pakaian adat, model rumah limas, jenis-jenis songket, pelaminan, alat musik, peralatan memasak, dan lain-lain. Tidak terasa, hampir 3 jam kami berada di dalam museum yang dahulu merupakan areal Benteng Kuto Lamo.
         Begitu menyenangkan berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, karena dapat menambah wawasan mengenai sejarah pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang.
Selain melihat benda-benda bersejarah, pengunjung juga akan mendapatkan informasi mengenai kisah sejarah dari kedua kerajaan tersebut melalui media informasi yang berada di dalam museum.
Sekilas Sejarah Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
         Pada tahun 1803 s.d. 1813 dan tahun 1818 s.d. 1821, Kesultanan Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin II. Sebelum menjadi seorang Sultan, beliau bernama Raden Hasan Pangeran Ratu. Di masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II, terjadi beberapa kali peperangan melawan Belanda dan Inggris. Salah satu perang tersebut dikenal dengan nama Perang Menteng. Pada tanggal 14 Juli tahun 1821, Sultan Mahmud Badaruddin II berhasil ditangkap oleh Belanda. Kemudian, beliau berserta keluarga diasingkan ke Ternate.
Setelah Belanda menguasai Palembang, keraton Kesultanan Palembang yang pada saat itu berdiri di atas lahan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dibongkar habis lalu didirikan bangunan baru.
Keraton yang didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I tersebut dikenal dengan nama Benteng Kuto Lamo atau Kuto Batu atau Kuto Tengkuruk. Dibongkarnya keraton ini karena Belanda ingin menghilangkan monumental dari Kesultanan Palembang.
         Pada tahun 1823 seiring dengan dihapusnya kekuasaan dari Sultan Najamuddin IV, Belanda secara bertahap membangun rumah di lahan bekas Benteng Kuto Lamo. Rumah tersebut akan diberikan untuk komisaris Kerajaan Belanda di Palembang yaitu J. L. Van Seven Hoven. Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara gaya Eropa dan Palembang. Bahan bangunan telah menggunakan baja beton dan dilengkapi dengan beberapa kaca sehingga terlihat kokoh dan indah. Setelah Indonesia merdeka, saat ini bangunan tersebut digunakan sebagai museum.
         Pada tahun 1988, Tim Arkeologi Nasional berhasil menemukan pondasi batu bata Benteng Kuto Lamo. Selain pondasi, juga terdapat beberapa balok kayu yang telah terbakar. Berdasarkan pada catatan sejarah, Benteng Kuto Lamo diresmikan pada tanggal 29 September tahun 1737. Dengan demikian, umur dari balok kayu tersebut pastinya lebih dari 278 tahun.

Dikutip dari : pergiberwisata.com

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Casino at Harrah's Resort Tunica begins accepting bets
Harrah's Casino at Harrah's Resort Tunica, a 당진 출장마사지 casino 김포 출장샵 resort in 포항 출장샵 Tunica, Mississippi. The casino 태백 출장안마 opened in 창원 출장안마 2019 and is open daily 24 hours.Jun 15, 2021