Senin, 25 Januari 2016

Gerhana Matahari Total, Jembatan Ampera Jadi Arena Festival

Gerhana matahari total terlihat dari Svalbard, Norwegia, 20 Maret 2015. (AP/Haakon Mosvold Larsen, NTB Scanpix)

Palembang - Kota Palembang dipastikan menjadi salah satu perlintasan gerhana matahari total pada 9 Maret 2016.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga mengatakan Jembatan Ampera akan dijadikan salah satu tempat menikmati gerhana matahari total.
"Akan banyak agenda yang akan kami suguhkan karena ini langka terjadi," katanya, Jumat, 15 Januari 2016.

     Menurut dia, jembatan yang membentang di atas Sungai Musi ini akan ditutup selama beberapa jam karena di sana akan digelar sejumlah festival.
Selain Jembatan Ampera, gerhana matahari bisa dinikmati secara saksama dari Hotel Aryaduta serta menara di arena ski air Jakabaring, Menara Pulau Kemarau. "Khusus di atas Ampera akan kami dirikan panggung," ujarnya.

     Untuk memastikan lokasi yang tepat, beberapa hari yang lalu, pemerintah dan para peneliti telah melakukan simulasi secara langsung. Dari simulasi itu, dipastikan menara pandang tersebut tepat dijadikan lokasi pengamatan dan obyek penelitian.

      Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, pada waktu bersamaan, Jembatan Ampera akan dijadikan arena wisata kuliner dadakan. Sembari menanti gerhana matahari, warga dan wisatawan dapat menikmati makanan dan jajanan khas daerah itu.
Untuk menyukseskan acara tersebut, Alex meminta Pemerintah Kota Palembang dapat merekayasa lalu lintas di atas Ampera. "Kami beri kesempatan kepada warga dapat bersantai di atas jembatan," katanya.

Dikutip dari : Tempo.Co

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

" Museum Sultan Mahmud Badaruddin II "
 
~ berlokasi di dekat kawasan wisata     
   Benteng Kuto Besak.

          Sebuah bangunan tua yang terdiri dari 2 lantai dan dibangun oleh Belanda. Di dalam Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terdapat beberapa koleksi benda-benda bersejarah. Pengadaan koleksi museum dilakukan sejak tahun 1984 bersamaan dengan pindahnya Museum Rumah Bari menuju ke Museum Balaputra Dewa. Proses pemindahan ini tidak diikuti dengan semua koleksinya. Kemudian beberapa koleksi yang berada pada Museum Rumah Bari disimpan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
         Benda-benda bersejarah yang terdapat pada Museum Sultan Mahmud Badaruddin II berjumlah sekitar 669 buah. Aneka koleksi tersebut meliputi arkeologika, biologi, etnografika, senirupa, keramologika, dan numismatika. Seluruhnya terpajang dengan rapi dan terawat di museum ini.
         Salah satu hal yang menarik perhatian kami adalah peninggalan alat tukar perdagangan pada masa Kesultanan Palembang yaitu berupa koin. Koin tersebut telah ada sejak tahun 1023 H sampai dengan 1253 H. Koin-koin ini bertuliskan Sultan Fi Balad Palembang dan mayoritas memiliki lubang pada bagian tengahnya. Semua koin yang terbuat dari timah dan perunggu ini tersusun dengan rapi.
          Setelah puas melihat beberapa koin kuno, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat aneka koleksi lainnya seperti diorama, senjata-senjata tradisional, pakaian adat, model rumah limas, jenis-jenis songket, pelaminan, alat musik, peralatan memasak, dan lain-lain. Tidak terasa, hampir 3 jam kami berada di dalam museum yang dahulu merupakan areal Benteng Kuto Lamo.
         Begitu menyenangkan berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, karena dapat menambah wawasan mengenai sejarah pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang.
Selain melihat benda-benda bersejarah, pengunjung juga akan mendapatkan informasi mengenai kisah sejarah dari kedua kerajaan tersebut melalui media informasi yang berada di dalam museum.
Sekilas Sejarah Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
         Pada tahun 1803 s.d. 1813 dan tahun 1818 s.d. 1821, Kesultanan Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin II. Sebelum menjadi seorang Sultan, beliau bernama Raden Hasan Pangeran Ratu. Di masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II, terjadi beberapa kali peperangan melawan Belanda dan Inggris. Salah satu perang tersebut dikenal dengan nama Perang Menteng. Pada tanggal 14 Juli tahun 1821, Sultan Mahmud Badaruddin II berhasil ditangkap oleh Belanda. Kemudian, beliau berserta keluarga diasingkan ke Ternate.
Setelah Belanda menguasai Palembang, keraton Kesultanan Palembang yang pada saat itu berdiri di atas lahan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dibongkar habis lalu didirikan bangunan baru.
Keraton yang didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I tersebut dikenal dengan nama Benteng Kuto Lamo atau Kuto Batu atau Kuto Tengkuruk. Dibongkarnya keraton ini karena Belanda ingin menghilangkan monumental dari Kesultanan Palembang.
         Pada tahun 1823 seiring dengan dihapusnya kekuasaan dari Sultan Najamuddin IV, Belanda secara bertahap membangun rumah di lahan bekas Benteng Kuto Lamo. Rumah tersebut akan diberikan untuk komisaris Kerajaan Belanda di Palembang yaitu J. L. Van Seven Hoven. Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara gaya Eropa dan Palembang. Bahan bangunan telah menggunakan baja beton dan dilengkapi dengan beberapa kaca sehingga terlihat kokoh dan indah. Setelah Indonesia merdeka, saat ini bangunan tersebut digunakan sebagai museum.
         Pada tahun 1988, Tim Arkeologi Nasional berhasil menemukan pondasi batu bata Benteng Kuto Lamo. Selain pondasi, juga terdapat beberapa balok kayu yang telah terbakar. Berdasarkan pada catatan sejarah, Benteng Kuto Lamo diresmikan pada tanggal 29 September tahun 1737. Dengan demikian, umur dari balok kayu tersebut pastinya lebih dari 278 tahun.

Dikutip dari : pergiberwisata.com

Minggu, 24 Januari 2016

Cumi 1 -Me- ( The Finding True Love )



-Me-


            Hai, Namaku Lutfi, aku anak tunggal didalam keluarga kecilku, ayah, bunda dan aku. Semasa kecil dibilang aku anak yang manja,kemana mana pasti ditemenin oleh bunda. Semuanya berjalan lancar, sampai aku berumur 17 tahun,  tidak ada yang janggal dari hidupku, aku hidup dengan normal seperti anak biasanya. Iya iya lah, aku lahir dengan keadaan lengkap loeh, jangan kalian kira aku anak disibel ya, hahahhaha.

Tapi semuanya berubah saat aku mengenal seseorang yang telah mencuri pandangan mataku dan menjadi idola di hatiku,bahasa gaul nya pandangan pertama gitu, hahahah.Ku tak tahu perasaan apa yang telah melanda birahiku ini, seakan tak mau pisah dari ragaku. Aku anak rantauan,Bukan, bukan, ayah sama bundaku sih sebenernya orang rantauan, nah karena orang rantauan, aku jadi ikut anak rantauan juga deh, gak jelas banget ya. Skip...... selama enam tahun aku berkecimpung  di daerah yang mempunyai slogan “The Education of java”, tepatnya di rain city.Well, Sekarang aku duduk di salah satu SMP Negeri di Bogor

Banyak kenangan indah dan masa - masa yang di bilang labil, uhuy labil kata-katanya, gini nieh, maksud dari labil itu sendiri, karena saat itu aku mulai mengenal arti pandangan pertama, “First Love” , ya... saat itu aku mulai mengenal yang namanya seorang idola, yang sebenernya sangat ngenes banget, because ?? ya idola itu yang tak mungkin dapat aku miliki, tetapi sangat aku kagumi. Pasti kalian bertanya – tanya kan umur ku saat ini, yah,  saat ini aku berumur  lima belas tahun. Well, Kepribadianku menurut teropong pandangku  mungkin aku di bilang orangnya gak banyak ulah dan sangat sulit untuk bergaul dengan kaum Adam, mungkin aku tergolong anak rumahan yang banyak menghabiskan waktu di rumah,udah kayak kucing anggora aja ya, kucing rumahan, Noi... jangan kalian imajinasi kan aku kucing anggora ya, aku gak ada bulu kok. Mungkin aku bilang begitu karena nggakk banyak kegiatan yang aku lakukan saat ini,dan  nggak banyak perbedaan dengan anak lelaki umumnya, seperti roda lambung kali yah. Setiap hari aku pergi ke sekolah, kecuali hari minggu, yang membedakannya hanyalah Aku lebih sering  bergaul dengan kaum hawa, Ituloh semacam sumur. Yap kawa, bukan ! bukan, maksudnya disini, aku lebih nyaman aja deket dan temenan ama anak perempuan. Mungkin karena sifatku yang dingin dan gak mudah emosi, seperti anak lelaki lainnya, yang hanya menghabiskan waktunya untuk tawuran, sedangkan aku lebih sering menghabiskan waktuku di depan laptop kesayanganku, dan menulis di buku diaryku tentang keseharianku yang tak terlalu mewah dalam arti kebersamaan. Well, aku sangat hobi banget dalam hal tuli – menulis, tipe pendokumentasi sih.

Keseharianku, mungkin kalian bertanya – tanya tentang keseharianku, gak nanya juga gpp kok. Well ,Hanya sesekali jalan – jalan ke luar rumah, sekedar refresing dengan motor matik kesayanganku “MIO”,maaf nyebut brand, hahahh siapa tau aja aku diundang buat bikin iklan motor MIO, ups yang adegan nya aku dibonceng sama cowok super tampan, terus dia nembak aku deh, hahaha lol banget ya, imajinasi binal. Skip... balik lagi kecerita awal, itupun jika bosan terlalu lama di kamar. Selain jalan – jalan aku juga punya hobi, yah hobi bersosial media, kayak ibu – ibu sosialita, hahaha.Sebenernya aku nggak berharap menjadi anak semata wayang, kata orang sih enak, minta apapun pasti dikasih, bukan itu yang aku butuhin,yang aku butuh hanya teman curhat dan aku merasa sendiri di dunia yang nyata ini, yang mengharuskanku  berkecimpung di dunia maya yang belum tentu membawa dampak yang baik bagi diriku yang masih masa pubertas saat ini, masa yang ingin tahu apa yang tak seharusnya aku tahu saat ini. 

In My Home, aku Cuma tinggal bersama kedua orang tuaku.Aku emang bukan keturunan orang kota, tetapi panggilan aku kepada bapak ataupun ibuku yang ku pakai oleh orang awam berbeda denganku, aku memanggil ibu dengan kata “bunda” sedangkan bapak dengan kata “ayah”, mungkin karena kebiasaan masa kecil, karena tetangga disekelilingku orang gaul pada nieh, orang jekarte. Yang merasa orang jakarta angkat kaki nieh, angkat tangan maksudnya. Bener gak sih orang jakarta lebih sering memakai bahasa kota, alay ataupun gaul itu, eits tapi aku bukan termasuk anak yang alay ataupun gaul loe,  bagiku predikat atau sebutan anak gaul nggak penting, yang penting adalah sebutan anak berprestasi yang sering di puji - puji oleh guruku di sekolah, ya mungkin karena aku lebih banyak menghabiskan waktu ku dengan buku pelajaran,dibandingkan bermain game yang lagi marak di kalangan anak remaja sekarang. Eits, gpp kali yah,sombong sedikit. hehehe

Ayahku asli orang  jawa timur tetapi menetap di Bogor, kalau Bunda asli orang palembang, tetapi merantau dan bekerja di Yogyakarta. Keseharian Ayah , kerja di sebuah perusahaan swasta sebagai karyawan tetap, jadi ayah lebih sering di kantor, karena sering lembur jadi jarang di rumah, tetapi kalau hari wekend semua ada di rumah, sedangkan Bundaku, PNS yang ngajar di Sekolahanku, dan untungnya dia ngajar hanya pada kelas satu, enggak kelas tiga, karena sangat canggung kalau bunda sendiri yang ngajarin anaknya ini.Well, saat ini aku kelas tiga SMP. 

Di rumah hanya ada aku sendiri, setelah pulang sekolah karena bundaku langsung lanjut ngajar ke SMP lain dan ngajar les di suatu bimbel, itupun pulangnya setelah azan isya berkumandang,  hanya sendirian di rumah dengan aktivitasku sendiri, ada rencana untuk nyari pembantu tetapi marak di pemberitaan di televisi, pembantu membunuh majikan, ngeri juga ya, karena itu bunda nggak mau nyari pembantu, sangat sulit hidup sendirian di rumah dengan pekerjaan rumah yang menumpuk, mulai dari bersih bersih, nyapu, nyuci piring, ngepel , semua aku yang ngerjain, aduh sungguh malang nasibku, tapi semuanya aku jalani dengan sabar dan ikhlas, karena aku berpikir, jika bukan aku, siapa lagi ? aku juga sadar semua yang dilakukan oleh kedua orang tuaku pada akhirnya untuk membahagiain anaknya, nah sekarang yang dapat aku lakukan untuk membalasnya ya dengan melakukan pekerjaan rumah setelah pulang sekolah, aku mesti harus pandai membagi waktu, ya itu harus, setelah pulang sekolah dan makan siang ,aku harus membersihkan rumah, lalu mencuci piring yang digunakan saat sarapan pagi, salanjutnya memberi makan peliharaan ayah yaitu ayam jago kesayangannya. Begitulah keseharianku nggak ada schedule yang istimewa di dalamnya, mungkin kalian berpikiran sangat membosankan menjadi aku ?  ya, hidupku sangat membosankan, menyebalkan dan melelahkan, ayah kerja , ibu kerja, pembantu nggak ada, hanya sendiri di rumah,memang  kedua orang tuaku super super sibuk, sampai sampai nggak ada waktu bersama,semua nya aku lewati tanpa ada tolakan dariku, tapi di samping semua itu kedua orang tuaku emang super sibuk, tapi kalau ada waktu luang pasti ia selalu memanfaatkan waktu itu untuk bersama sama, seperti halnya hari minggu pagi ini kami sekeluarga , aku , ayah, dan bunda beraktivitas di rumah.

Selasa, 08 Juli 2014

Ceita gay/yaoi Romantis Tentang Persahabatan dan Cinta

" Hy Guys, kali ini gue mau posting karya cerbung atau apalah yang penting cerita, cerita ini bertemakan yaoi, bagi yang gak suka yaoi bisa dicoba dulu buat dibaca , langsung aja disimak ya. "

               THE FINDING TRUE LOVE

( Cuma Sama Cumi )

‘ Saat dimana cinta datang di waktu yang tidak tepat, dimana cinta datang diorang yang tidak semestinya, dan dimana cinta bisa mengubah gender yang sama saling melengkapi. ’ 


Inspired foto : You are the apple of my Eye

Karya : novi saputra


ISI
Cumi 1 : Me
Cumi 2 :
Cumi 3 : 
Cumi 4 : 
Cumi 5 : 
Cumi 6 :

Rabu, 28 Mei 2014

Dear Diary

Dear Diary 28 mei 2014

    "Merasa gelap bagai malam tanpa bintang sedikitpun, aku ingin bintang sejati yang tidak memandang malam sebagai musuh, tetapi memandang sebagai bagian yang menghargai hadirnya bintang, karena bintang tak akan ada jika malam gelap tak berada disisinya, tapi saat ini tak ada satupun bintang yang menerangi malam gelap ini "
yah itulah isi hatiku saat ini, aku lelah menjadi malam gelap yang tak ada bintang sejatinya, aku ingin ada bintang, walaupun hanya satu bintang. Tapi sangat sulit untuk saat ini.
     Setelah melepas bintang bulan lalu, aku merasa gelap lagi sekarang, yah bulan lalu telah ada satu bintang di gelapku, tapi kini aku sendiri lagi, mungkin itu semua salahku yang memutuskan satu pihak, karena ada alasan yang tak harus kalian tahu, jika engkau tahu aku masih merindukan bintang bulan lalu itu, maaf telah membuatmu menangis, maaf telah membuat harapan palsu, maaf telah hadir dalam dirimu dan menghilang begitu saja.
    Aku sendiri sekarang, aku sepi tanpa bintang, tapi tetap tegar pada terangnya rembulan...........
andaikan saat ini ada bintang yang lain, itu tak sempurna dari bintang yang lalu, andai kau tahu engkau bintang pertama yang ada dalam gelapku. Saat setelah lama aku sendiri dalam gelap, ada sosok rembulan yang menemani hari - hariku, tapi mengapa hanya berapa detik rembulan tersebut menghilang, atau mungkin ini balasan dari masa lalu terhadap bintangku. Aku tak tahu !! tapi saat ini aku merasa sangat sendiri. Rembulan aku merindukanmu walau kau tak dapat aku miliki, tapi jadilah teman gelapku, itu saja sudah cukup bagiku, dan janganlah kau menjauh dariku...........................................................

My PIN : 74752B2B

My First Puisi

Hy Sob, jUmpa lagi di blog gue, Kali ini aku posting puisi buatan aku sendiri. Happy Reading !!!

Perpustakaan Pembuka Jendela Dunia

Buah Karya : Novi Saputra

Perpustakaan adalah penjelajahanku
Buku – buku menjadi ilmu yang berati bagiku
Jendela menjadi jalan cahaya penerang penjelajahanku
Kesunyian biasa menjadi teman yang setia

Di ruang ini, diam – diam menuntunku ke jendela dunia                                                              
Di ruang in, aku terpaku akan kepintarannya menuntun daku ke cahaya pijar terang benderang
Aku merasa terpencil , jauh dari keramaian . bilamana satu insan tak menghiraukanku.
Di ruang ini , penuh dengan kisah dunia yang lebih tinggi dari menara monas dan lebih luas dari jagad raya.

Ingin kalian ikut  ! ingin kalian menjadi !
Ingin kalian bersamanya !
Bilamana malas menghasut, semuanya gagal
Takkan berhasil membukanya karena kebodohan
Bodoh ! malas !, seakan ingin aku lawan  tak gentar  lawan itu tak nyata

Buku – buku menjadi senjataku
Kesunyian menjadi seruanku
Berhembus semangat yang tak pernah padam
Maju ! menembus kegelapan , membuka jendela dunia
Di ruang ini, saksi peperanganku
Di ruang ini, mengubah tidak menjadi iya
Kini, perpustakaan bangkit kembali
Karena kalian ! kalian !  Telah membuka  jendela dunia