-Me-
Hai,
Namaku Lutfi, aku anak tunggal didalam
keluarga kecilku, ayah, bunda dan aku.
Semasa kecil dibilang aku anak yang manja,kemana mana pasti ditemenin oleh
bunda. Semuanya
berjalan lancar, sampai aku berumur 17 tahun, tidak ada yang janggal dari hidupku, aku hidup
dengan normal seperti anak biasanya. Iya iya lah, aku lahir dengan keadaan
lengkap loeh, jangan kalian kira aku anak disibel ya, hahahhaha.
Tapi
semuanya berubah saat aku mengenal seseorang yang telah mencuri pandangan
mataku dan menjadi idola di hatiku,bahasa gaul nya pandangan pertama gitu,
hahahah.Ku tak tahu perasaan apa yang telah melanda birahiku ini, seakan tak mau pisah dari ragaku. Aku anak rantauan,Bukan, bukan,
ayah sama bundaku sih sebenernya orang rantauan, nah karena orang rantauan, aku
jadi ikut anak rantauan juga deh, gak jelas banget ya. Skip...... selama enam
tahun aku berkecimpung di daerah yang
mempunyai slogan “The Education of java”, tepatnya di rain city.Well, Sekarang aku duduk di salah satu SMP
Negeri
di Bogor.
Banyak kenangan indah dan masa - masa yang di bilang labil, uhuy
labil kata-katanya, gini nieh, maksud dari labil itu sendiri, karena saat itu
aku mulai mengenal arti pandangan pertama, “First Love” , ya... saat itu aku
mulai mengenal yang namanya seorang idola, yang sebenernya sangat ngenes
banget, because ?? ya idola itu yang tak mungkin dapat aku miliki, tetapi
sangat aku kagumi. Pasti kalian bertanya – tanya kan umur ku saat ini, yah, saat ini aku berumur lima belas tahun. Well, Kepribadianku menurut
teropong pandangku mungkin aku di bilang
orangnya gak banyak ulah dan sangat sulit untuk bergaul dengan kaum Adam, mungkin
aku tergolong anak rumahan yang banyak menghabiskan waktu di rumah,udah kayak
kucing anggora aja ya, kucing rumahan, Noi... jangan kalian imajinasi kan aku
kucing anggora ya, aku gak ada bulu kok. Mungkin aku bilang begitu karena nggakk
banyak kegiatan yang aku lakukan saat ini,dan
nggak banyak perbedaan dengan anak lelaki umumnya, seperti roda lambung
kali yah. Setiap hari aku pergi ke sekolah, kecuali hari minggu, yang
membedakannya hanyalah Aku lebih sering
bergaul dengan kaum hawa, Ituloh semacam sumur. Yap kawa, bukan ! bukan,
maksudnya disini, aku lebih nyaman aja deket dan temenan ama anak perempuan. Mungkin
karena sifatku yang dingin
dan gak mudah emosi, seperti anak lelaki lainnya, yang hanya menghabiskan
waktunya untuk tawuran, sedangkan aku lebih sering menghabiskan waktuku di depan
laptop kesayanganku, dan menulis di buku diaryku tentang keseharianku yang tak terlalu
mewah dalam arti
kebersamaan. Well, aku sangat hobi banget dalam hal tuli –
menulis, tipe pendokumentasi sih.
Keseharianku,
mungkin kalian bertanya – tanya tentang keseharianku, gak nanya juga gpp kok.
Well ,Hanya sesekali jalan
– jalan ke luar rumah, sekedar refresing dengan motor matik kesayanganku “MIO”,maaf
nyebut brand, hahahh siapa tau aja aku diundang buat bikin iklan motor MIO, ups
yang adegan nya aku dibonceng sama cowok super tampan, terus dia nembak aku
deh, hahaha lol banget ya, imajinasi binal. Skip... balik lagi kecerita awal,
itupun jika bosan terlalu lama di kamar. Selain jalan – jalan aku juga punya
hobi, yah hobi bersosial media, kayak ibu – ibu sosialita, hahaha.Sebenernya aku
nggak berharap menjadi anak semata wayang, kata orang sih enak, minta apapun
pasti dikasih, bukan itu yang aku butuhin,yang aku butuh hanya teman curhat dan
aku merasa sendiri di dunia yang nyata ini, yang mengharuskanku berkecimpung di dunia maya yang belum tentu membawa
dampak yang baik bagi diriku
yang masih masa pubertas
saat
ini, masa yang ingin tahu apa yang tak seharusnya aku tahu saat ini.
In
My Home, aku Cuma tinggal bersama kedua orang tuaku.Aku emang bukan keturunan orang
kota, tetapi panggilan aku kepada bapak ataupun ibuku yang ku pakai oleh orang awam berbeda
denganku, aku memanggil ibu dengan kata “bunda” sedangkan bapak dengan kata
“ayah”, mungkin karena kebiasaan masa kecil, karena tetangga disekelilingku
orang gaul pada nieh, orang jekarte. Yang merasa orang jakarta angkat kaki
nieh, angkat tangan maksudnya. Bener gak sih orang jakarta lebih sering memakai
bahasa kota, alay ataupun gaul itu, eits tapi aku bukan termasuk anak yang alay
ataupun gaul loe, bagiku predikat atau
sebutan anak gaul nggak penting, yang penting adalah sebutan anak berprestasi
yang sering di puji - puji oleh guruku di sekolah, ya mungkin karena aku lebih
banyak menghabiskan waktu ku dengan buku pelajaran,dibandingkan bermain game
yang lagi marak di kalangan anak remaja sekarang. Eits, gpp kali yah,sombong
sedikit. hehehe
Ayahku
asli orang jawa timur tetapi menetap di
Bogor, kalau Bunda asli orang palembang, tetapi merantau dan bekerja di
Yogyakarta. Keseharian Ayah , kerja di sebuah perusahaan swasta sebagai
karyawan tetap, jadi ayah lebih sering di kantor, karena sering lembur jadi
jarang di rumah, tetapi kalau hari wekend semua ada di rumah, sedangkan Bundaku,
PNS yang ngajar di Sekolahanku, dan untungnya dia ngajar hanya pada kelas satu,
enggak kelas tiga, karena sangat canggung kalau bunda sendiri yang ngajarin
anaknya ini.Well, saat ini aku kelas tiga SMP.
Di
rumah hanya ada aku sendiri, setelah pulang sekolah karena bundaku langsung
lanjut ngajar ke SMP lain dan ngajar les di suatu bimbel, itupun pulangnya
setelah azan isya berkumandang, hanya sendirian di rumah dengan
aktivitasku sendiri, ada rencana untuk nyari pembantu tetapi marak di
pemberitaan di televisi, pembantu membunuh majikan, ngeri juga ya, karena itu
bunda nggak mau nyari pembantu, sangat sulit hidup sendirian di rumah dengan
pekerjaan rumah yang menumpuk, mulai dari bersih bersih, nyapu, nyuci piring,
ngepel , semua aku yang ngerjain, aduh sungguh malang nasibku, tapi semuanya
aku jalani dengan sabar dan ikhlas, karena aku berpikir, jika bukan aku, siapa
lagi ? aku juga sadar semua yang dilakukan oleh kedua orang tuaku pada akhirnya
untuk membahagiain anaknya, nah sekarang yang dapat aku lakukan untuk
membalasnya ya dengan melakukan pekerjaan rumah setelah pulang sekolah, aku
mesti harus pandai membagi waktu, ya itu harus, setelah pulang sekolah dan makan
siang ,aku harus membersihkan rumah, lalu mencuci piring yang digunakan saat
sarapan pagi, salanjutnya memberi makan peliharaan ayah yaitu ayam jago
kesayangannya. Begitulah keseharianku nggak ada schedule yang istimewa di
dalamnya, mungkin kalian berpikiran sangat membosankan menjadi aku ? ya, hidupku sangat membosankan, menyebalkan
dan melelahkan, ayah kerja , ibu kerja, pembantu nggak ada, hanya sendiri di
rumah,memang kedua orang tuaku super
super sibuk, sampai sampai nggak ada waktu bersama,semua nya aku lewati tanpa
ada tolakan dariku, tapi di samping semua itu kedua orang tuaku emang super
sibuk, tapi kalau ada waktu luang pasti ia selalu memanfaatkan waktu itu untuk
bersama sama, seperti halnya hari minggu pagi ini kami sekeluarga , aku , ayah,
dan bunda beraktivitas di rumah.