Minggu, 24 Januari 2016

Cumi 1 -Me- ( The Finding True Love )



-Me-


            Hai, Namaku Lutfi, aku anak tunggal didalam keluarga kecilku, ayah, bunda dan aku. Semasa kecil dibilang aku anak yang manja,kemana mana pasti ditemenin oleh bunda. Semuanya berjalan lancar, sampai aku berumur 17 tahun,  tidak ada yang janggal dari hidupku, aku hidup dengan normal seperti anak biasanya. Iya iya lah, aku lahir dengan keadaan lengkap loeh, jangan kalian kira aku anak disibel ya, hahahhaha.

Tapi semuanya berubah saat aku mengenal seseorang yang telah mencuri pandangan mataku dan menjadi idola di hatiku,bahasa gaul nya pandangan pertama gitu, hahahah.Ku tak tahu perasaan apa yang telah melanda birahiku ini, seakan tak mau pisah dari ragaku. Aku anak rantauan,Bukan, bukan, ayah sama bundaku sih sebenernya orang rantauan, nah karena orang rantauan, aku jadi ikut anak rantauan juga deh, gak jelas banget ya. Skip...... selama enam tahun aku berkecimpung  di daerah yang mempunyai slogan “The Education of java”, tepatnya di rain city.Well, Sekarang aku duduk di salah satu SMP Negeri di Bogor

Banyak kenangan indah dan masa - masa yang di bilang labil, uhuy labil kata-katanya, gini nieh, maksud dari labil itu sendiri, karena saat itu aku mulai mengenal arti pandangan pertama, “First Love” , ya... saat itu aku mulai mengenal yang namanya seorang idola, yang sebenernya sangat ngenes banget, because ?? ya idola itu yang tak mungkin dapat aku miliki, tetapi sangat aku kagumi. Pasti kalian bertanya – tanya kan umur ku saat ini, yah,  saat ini aku berumur  lima belas tahun. Well, Kepribadianku menurut teropong pandangku  mungkin aku di bilang orangnya gak banyak ulah dan sangat sulit untuk bergaul dengan kaum Adam, mungkin aku tergolong anak rumahan yang banyak menghabiskan waktu di rumah,udah kayak kucing anggora aja ya, kucing rumahan, Noi... jangan kalian imajinasi kan aku kucing anggora ya, aku gak ada bulu kok. Mungkin aku bilang begitu karena nggakk banyak kegiatan yang aku lakukan saat ini,dan  nggak banyak perbedaan dengan anak lelaki umumnya, seperti roda lambung kali yah. Setiap hari aku pergi ke sekolah, kecuali hari minggu, yang membedakannya hanyalah Aku lebih sering  bergaul dengan kaum hawa, Ituloh semacam sumur. Yap kawa, bukan ! bukan, maksudnya disini, aku lebih nyaman aja deket dan temenan ama anak perempuan. Mungkin karena sifatku yang dingin dan gak mudah emosi, seperti anak lelaki lainnya, yang hanya menghabiskan waktunya untuk tawuran, sedangkan aku lebih sering menghabiskan waktuku di depan laptop kesayanganku, dan menulis di buku diaryku tentang keseharianku yang tak terlalu mewah dalam arti kebersamaan. Well, aku sangat hobi banget dalam hal tuli – menulis, tipe pendokumentasi sih.

Keseharianku, mungkin kalian bertanya – tanya tentang keseharianku, gak nanya juga gpp kok. Well ,Hanya sesekali jalan – jalan ke luar rumah, sekedar refresing dengan motor matik kesayanganku “MIO”,maaf nyebut brand, hahahh siapa tau aja aku diundang buat bikin iklan motor MIO, ups yang adegan nya aku dibonceng sama cowok super tampan, terus dia nembak aku deh, hahaha lol banget ya, imajinasi binal. Skip... balik lagi kecerita awal, itupun jika bosan terlalu lama di kamar. Selain jalan – jalan aku juga punya hobi, yah hobi bersosial media, kayak ibu – ibu sosialita, hahaha.Sebenernya aku nggak berharap menjadi anak semata wayang, kata orang sih enak, minta apapun pasti dikasih, bukan itu yang aku butuhin,yang aku butuh hanya teman curhat dan aku merasa sendiri di dunia yang nyata ini, yang mengharuskanku  berkecimpung di dunia maya yang belum tentu membawa dampak yang baik bagi diriku yang masih masa pubertas saat ini, masa yang ingin tahu apa yang tak seharusnya aku tahu saat ini. 

In My Home, aku Cuma tinggal bersama kedua orang tuaku.Aku emang bukan keturunan orang kota, tetapi panggilan aku kepada bapak ataupun ibuku yang ku pakai oleh orang awam berbeda denganku, aku memanggil ibu dengan kata “bunda” sedangkan bapak dengan kata “ayah”, mungkin karena kebiasaan masa kecil, karena tetangga disekelilingku orang gaul pada nieh, orang jekarte. Yang merasa orang jakarta angkat kaki nieh, angkat tangan maksudnya. Bener gak sih orang jakarta lebih sering memakai bahasa kota, alay ataupun gaul itu, eits tapi aku bukan termasuk anak yang alay ataupun gaul loe,  bagiku predikat atau sebutan anak gaul nggak penting, yang penting adalah sebutan anak berprestasi yang sering di puji - puji oleh guruku di sekolah, ya mungkin karena aku lebih banyak menghabiskan waktu ku dengan buku pelajaran,dibandingkan bermain game yang lagi marak di kalangan anak remaja sekarang. Eits, gpp kali yah,sombong sedikit. hehehe

Ayahku asli orang  jawa timur tetapi menetap di Bogor, kalau Bunda asli orang palembang, tetapi merantau dan bekerja di Yogyakarta. Keseharian Ayah , kerja di sebuah perusahaan swasta sebagai karyawan tetap, jadi ayah lebih sering di kantor, karena sering lembur jadi jarang di rumah, tetapi kalau hari wekend semua ada di rumah, sedangkan Bundaku, PNS yang ngajar di Sekolahanku, dan untungnya dia ngajar hanya pada kelas satu, enggak kelas tiga, karena sangat canggung kalau bunda sendiri yang ngajarin anaknya ini.Well, saat ini aku kelas tiga SMP. 

Di rumah hanya ada aku sendiri, setelah pulang sekolah karena bundaku langsung lanjut ngajar ke SMP lain dan ngajar les di suatu bimbel, itupun pulangnya setelah azan isya berkumandang,  hanya sendirian di rumah dengan aktivitasku sendiri, ada rencana untuk nyari pembantu tetapi marak di pemberitaan di televisi, pembantu membunuh majikan, ngeri juga ya, karena itu bunda nggak mau nyari pembantu, sangat sulit hidup sendirian di rumah dengan pekerjaan rumah yang menumpuk, mulai dari bersih bersih, nyapu, nyuci piring, ngepel , semua aku yang ngerjain, aduh sungguh malang nasibku, tapi semuanya aku jalani dengan sabar dan ikhlas, karena aku berpikir, jika bukan aku, siapa lagi ? aku juga sadar semua yang dilakukan oleh kedua orang tuaku pada akhirnya untuk membahagiain anaknya, nah sekarang yang dapat aku lakukan untuk membalasnya ya dengan melakukan pekerjaan rumah setelah pulang sekolah, aku mesti harus pandai membagi waktu, ya itu harus, setelah pulang sekolah dan makan siang ,aku harus membersihkan rumah, lalu mencuci piring yang digunakan saat sarapan pagi, salanjutnya memberi makan peliharaan ayah yaitu ayam jago kesayangannya. Begitulah keseharianku nggak ada schedule yang istimewa di dalamnya, mungkin kalian berpikiran sangat membosankan menjadi aku ?  ya, hidupku sangat membosankan, menyebalkan dan melelahkan, ayah kerja , ibu kerja, pembantu nggak ada, hanya sendiri di rumah,memang  kedua orang tuaku super super sibuk, sampai sampai nggak ada waktu bersama,semua nya aku lewati tanpa ada tolakan dariku, tapi di samping semua itu kedua orang tuaku emang super sibuk, tapi kalau ada waktu luang pasti ia selalu memanfaatkan waktu itu untuk bersama sama, seperti halnya hari minggu pagi ini kami sekeluarga , aku , ayah, dan bunda beraktivitas di rumah.

Tidak ada komentar: